Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Juni 2013

DAKWAH KAMPUS

0 komentar

MEMBANGUN PILAR KEBANGKITAN DAKWAH KAMPUS

Dakwah  adalah suatu pekerjaan estafet  panjang yang di lakukan  dari mulai Allah menciptakan Nabi adam hingga Nabi Muhammad dan diwarisi oleh umat nya sampai saat ini.jalan dakwah bukanlah suatu jalan  yang mudah untuk mampu dilewati,banyak rintangan yang akan siap menghalangi aktifitas para juru dakwah, dalam mengajak manusia menuju ketqwaan kepada ALLAH swt.oleh sebab itu seorang aktivis dakwah harus mengetahui secara benar dan detail dalam  menjalankan langkah-langkah dan manuver dalam rangka mengembangkan dakwah di dalam kampus.

Dakwah kampus adalah dakwah yang bersifat strategis ,di karenakan dakwah ini di gerakan oleh para pemuda yang memiliki semangat yang bergelora, jiwa muda idealism dan generasi yang siap menjadi pemimpin di masa depan dalam merubah keadaan dunia islam saat ini, dakwah kampus  juga bertujuan membangun pola pikir pemuda yang deklaratif,atraktif,dan proklamatif untuk memimpin masa depan agama,dan bangsa ,pemuda adalah aset besar dalam menuju sebuah peradaban baru, karena pemuda hari ini adalah pemipin hari esok
 sebgaimana ALLAH memujia para pemuda :
 Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk(al-kahfi 18-13)

Dalam membangun dan menuju sebuah kemenangan dakwah kampus, maka harus ada beberapa proses yang harus di kembangkan dan di kuasai oleh para aktivis secara benar dan terususun,dan sesuai dengan manhaj dakwah yang berlaku, proses itu adalah pertama adalah membangun ruhiyah aktivis dakwah,membangkitkan fiqroh,menguasai secara teoritis,memahami lapangan atau  medan dakwah dalam kampus,menyusun strtegi dan langkah kemenangan dan yang terakhir adalah  membangkitkan gerakan.proses ini harus di aplikasikan dengan baik , untuk lebih jelas mari kita paparkan satu persatu dari tujuh point menuju kebangkitan tersebut agar seluruh aktifis dakwah mengetahuai langkah –langkah apa saja yang harus di miliki.dalam rangka kebangkitan dakwah kampus.

Senin, 31 Oktober 2011

kenapa harus menikah?????

0 komentar

Sahabat ,jika dalam halaman  awal kita telah  berbicara arti dan makna tentang pernikahan,dan kita telah menemukan  sebuah titik terang ,bahwa menikah adalah salah satu   jalan  atau sarana untuk mendekatkan diri kita dengan ALLAH dalam arti lain beribadah kepada nya adabeberapa point penting yang harus kita untuk menepis keragu-raguan terhadap diri kita.
Berikut beberapa alasan mengapa harus menikah, semoga bisa menumbuhkan minat anda dan menambah koleksi pengetahuan kita tentang dunia pernikahaan
Pertama menikah adalah salah satu  bentuk melengkapi agama,sebagai mana yang telah di katakana rasul nabi Muhammad dalam sebuah hadits nya mengatakan : “Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. (HR. Thabrani dan Hakim)
Yang kedua adalah menjaga kehormatan diri,sahabat tidak bisa di pungkiri bahwa kita sebagai manusia biasa ,pastilah memiliki nafsu dan terkadang nafsu itu mendapat dukungan dari musuh abadi sepanjang zaman yaitu setan,dengan menikah kita bisa menghindari diri kita dari tindakan-tindakan yang di larang ALLAH sekaligus kita dapat lebih menjaga dirikita dari tindakan yang bertentangan dengan syariat ALLAH seperti pacaran atau berkhalwat dengan lawan jenis .oleh sebab itu dalam sebuah hadits rosul menekan kan kepada kita kaum muda untuk menyegerahi ibadah yang satu ini“Wahai para pemuda! “Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (HSR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
Yang ketiga penting kita ketahui bahwa senda gurau suami-istrie bukan lah perbuatan sia-sia loh,,Berikut hadits nya “Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 245; Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 309).

Hidup berkeluarga merupakan ladang meraih pahala
4. Bersetubuh dengan istri termasuk sedekah
Pernah ada beberapa shahabat Nabi SAW berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka bisa shalat sebagaimana kami shalat; mereka bisa berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Beliau bersabda, “Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih terdapat sedekah; (pada tiap-tiap ucapan takbir terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahlil terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahmid terdapat sedekah); memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah; mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian bersetubuh dengan istri pun sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, kok bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?” Beliau menjawab, “Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwatnya itu dia salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?” (Mereka menjawab, “Ya, tentu.” Beliau bersabda,) “Demikian pula bila dia salurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala.” (Beliau kemudian menyebutkan beberapa hal lagi yang beliau padankan masing-masingnya dengan sebuah sedekah, lalu beliau bersabda, “Semua itu bisa digantikan cukup dengan shalat dua raka’at Dhuha.”) (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 125).

5. Adanya saling nasehat-menasehati

6. Bisa mendakwahi orang yang dicintai

7. Pahala memberi contoh yang baik
“Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Dan barang siapa yang pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikit pun.” (HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Orang yang pertama kali melakukan kebaikan atau kejahatan.)

Bagaimana menurut Anda bila ada seorang kepala keluarga yang memberi contoh perbuatan yang baik bagi keluarganya dan ditiru oleh istri dan anak-anaknya? Demikian juga sebaliknya bila seorang kepala keluarga memberi contoh yang jelek bagi keluarganya?

8. Seorang suami memberikan nafkah, makan, minum, dan pakaian kepada istrinya dan keluarganya akan terhitung sedekah yang paling utama. Dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah.
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda: “Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya yaitu satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu.” (HR Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).

Dari Abu Abdullah (Abu Abdurrahman) Tsauban bin Bujdud., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang kepada keluarganya, dinar yang dinafkahkan untuk kendaraan di jalan Allah, dan dinar yang dinafkahkan untuk membantu teman seperjuangan di jalan Allah.” (HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).

Seorang suami lebih utama menafkahkan hartanya kepada keluarganya daripada kepada yang lain karena beberapa alasan, diantaranya adalah nafkahnya kepada keluarganya adalah kewajiban dia, dan nafkah itu akan menimbulkan kecintaan kepadanya.

Muawiyah bin Haidah RA., pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: ‘Wahai Rasulullah, apa hak istri terhadap salah seorang di antara kami?” Beliau menjawab dengan bersabda, “Berilah makan bila kamu makan dan berilah pakaian bila kamu berpakaian. Janganlah kamu menjelekkan wajahnya, janganlah kamu memukulnya, dan janganlah kamu memisahkannya kecuali di dalam rumah. Bagaimana kamu akan berbuat begitu terhadapnya, sementara sebagian dari kamu telah bergaul dengan mereka, kecuali kalau hal itu telah dihalalkan terhadap mereka.” (Adab Az Zifaf Syaikh Albani hal 249).

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash RA., dalam hadits yang panjang yang kami tulis pada bab niat, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadanya: “Sesungguhnya apa saja yang kamu nafkahkan dengan maksud kamu mencari keridhaan Allah, niscaya kamu akan diberi pahala sampai apa saja yang kamu sediakan untuk istrimu.” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga)

Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang cukup dianggap berdosa apabila ia menyianyiaka orang yang harus diberi belanja.” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga). Dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya.” (Saba’: 39).

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Setiap pagi ada dua malaikat yang datang kepada seseorang, yang satu berdoa: “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya.” Dan yang lain berdoa: “Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir.” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).


9. Seorang pria yang menikahi janda yang mempunyai anak, berarti ikut memelihara anak yatim


Janji Allah berupa pertolongan-Nya bagi mereka yang menikah.
1. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An Nur: 32)
2. Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)



refrensi : fiqih pernikahan dan artikel
Chandraleka, 06 Desember 2004


”ARTI PERNIKAHAAN”

0 komentar

“Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. (HR. Thabrani dan Hakim).
Sahabat Jika ada yang berpendapat  Menikah adalah bertambah nya beban dalam hidup,apa kah antum setuju????
Alas an nya dikarenakan setelah menikah ,sesorang harus berbagi beban dengan pasangan nya,memikirkan masa depan anak nya,dan harus memiliki keturunan dan harus  terikat satu sama lain tanpa ada nya kebebasaan dalam melakukan hubungan dengan yang lain.
Jika ada yang berpendapat bahwa menikah adalah suatu jalan melegalkan jalilnan tali asmara yang selama ini terbangun(pacaran),apakah antum sepakat?
Alas an nya sudah lama melakukan HTI(hubungan tanpa status)alias pacaran  dan dari pada melakukan kesalahan-kesalahan yang lebih besar alias Zina ,mending menikah saja,dan menikah dalam pendapat ini menikah hanya sebagai penyatuan hati saja.
Apa pun pendapat orang lain, dalam memandang arti dari sebuah makna pernikahaan,yang jelas sebagai seorang muslim yang taat , maka sebuah pernikahan harus dimaknai sebagai sarana dan motivasi untuk beriibadah kepada ALLAH SWT . Dan seharus nya juga menikah adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada ALLAH SWT. Menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Menikah adalah bagian dari idealisme untuk memakmurkan bumi dengan keturunan yang dapat menegakkan kalimah Tuhan.perlu di garis bawahi yach,menikah sebagai bagian dari idealisme untuk menegakan kalimah ALLAH  terkadang terlalalu dipandang sempit oleh sebagian orang baik pria maupun wanita dalam contoh kasus seperti ini:
Seorang mengirim pesanmelalui inbox FB  ”ukht,ana ada niat untuk meminta antum sebagai pendamping hidup ana pada orang tua antum  ?  ”Jawab sang akhwat ”afwan akhi tidak usah ,sekalipun ana secara tidak langsung meninginkan antum sebagai suami ana,namun ana masih harus berfikir panjang,sebab ana ingin sekali mempunyai imam  yang se haroki dengan ana,pejuang khilafah,sedangkan antum,masih aktif di dakwah TARBIYAH..Afwan akhi KITA BERBEDA.
Menikah bukan lah urusan sefikroh ataupu seharokah ,namun menikah adalah urusan beribadah kepada ALLAH.jadi pandangan sempit tentang pernikahaan  seharaki dan se-fikrah bukan wajib hukumnya.seperti yang selalam ini menjadi kesalahan berfikir sebagian muslim.
Jadi sahabat jika umur kita sudah cukup dan sudah mempunya kemapanan yang mantab.maka sudah saat nya kita merancang  masa depan kita bersama bidadari yang akan menjadi pelipur lara dan pelepas dahaga di rumah kita.dengan niatan suci murni hanya karena ALLAH saja lah kita menikah tanpa ada motif-motif lain.jika memang belum mampu maka berpuasa lah untuk menahan hawa nafsu kemudian berdoa kepada ALLAH semoga ALLAH memberikan wanita bidadari solehah yang akan menjadi madrasah untuk mengajari dan mendidik mujahidin kecil kita kelak.
” Perbaiki diri untuk menjemput bidadari suci ”

Jumat, 23 September 2011

Tanpa ruhiyah kering lah semua......

0 komentar
Dalam menuju sebuah kemengan atau kebangkitan dakwah, bukan hanya di butuhkan sebuah semangat heroisme dan cita-cita dakwah, tanpa memperhatiakn nilai-nilai ruhiyah terhadap aktifis dakwah di dunia kampus, aktivitas ruhiyah sangat lah urgent untuk menyokong kebangkitan dan kemenagan dakwah yang kita lakukan.tanpa nilai – nilai ruhiyah mustahil kemengan itu akan hadir sesuai dengan yang telah di impikan bersama.

Apa lagi kita adalah para dai kampus yang senantisan mengajak orang lain untuk beriman dan bertaqwa kepada ALLAH ,mustahil rasa nya jika kita sendiri kering akan nilai-nilai ruhiyah terhadap diri sendiri,jangan sampai kita menjadi orang-orang bani israil yang di sebut oleh ALLAH dalam Al-qur’an sebagai berikut:

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?(al-baqoroh 44)

Cukup lah jelas ayat ini menggambarkan kepada kita  aktifis dakwah kampus,agar tidak hanya mengajak kepada kebaikan kemudian melupakan diri sendiri untuk benar-benar beribadah kepada ALLAH.karakter dakwah islam bukan hanya mengajak oraang lain untuk berbuat baik,akan tetapi  tidak memperhatikan diri sendiri dan bukan hanya bicara tentang keimanan dan ketaqwaan untuk orang lain , tetapi lupa dengan kondisi keimanan dan ketaqwaan nya sendiri .dalamsurah lain ALLAH berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan(as-shaff3-4)

Oleh sebab itu lah seorang aktivis dakwah haruslah benar benar menjaga kondisi keimanan dan  ketaqwaan nya kepada ALLAH swt serta nilai ihsan dalam beramal  yang akan mengantarkan para kativis dakwah menuju pada kondisi yaqzahah ruhiyah (ruh yang selalu terjaga) dan sur’atul istinjab(cepat merespone,dan peka)terhadap kondisi yang terjadi di dalamkampus maupun kondisi yang terjadi di lingkungan sekitar, kekuatan ruhiyah dapat di ukur dengan beberapa aspek diantara nya adalah,ruhiyah yang baik akan melahirkan sebuah semangat dalam beribadah,rindu dengan keridhoaan ALLAH , dan berkeinginan kuat untuk menjadi mujahid dan syahi fi sabiliilah kemudian kekuatan ruhiyah juga akan membuat terjaga nya nurani ,sehingga ghiroh terhadap kebenaran dan yang terakhir dalam mengukur kekuataan ruhiyah  adalah berkemauan untuk mencapai tujuan mulia dalam kehidupan.

Sungguh amat rugi besar jika jika kita sebagai aktivis dakwah kampus ,hanyalah berbekal sebuah semngat tanpa memperhatikan nilai-nilai ruhiyah dalam proses terbawi,kemungkinan besar karakter aktivis dakwah kampus yang seperti ini ,tidak akan mampu bertahan lama,karena mereka akan di hinggapi rasa malas di karenakan banyak nya agenda dakwah ,tanpa di selingi dengan nilai ruhiyah.

Hanya dengan kembali kapada ALLAH lah segala kejenuhan dan kemalasan dalam dakwah di dunia kampus akan terobati dan kita mampu menjadi rijal-rijal islam yang tegar dan kokoh,kedekatan terhadap ALLAH pun telah lama di contohkan oleh nabi muhhamad saw ketika beliau membuka dakwah di toif beliau selalu dekat dengan ALLAH dalam situasi dan kondisi bagai mana pun. Berikut pengaduan rosul kepada ALLAH terhadap perlakuan kaum durhaka itu,

Ya ,ALLAH kepada mu aku mengadukan segala kelemahan ku,kurang nya kesanggupanku,dan kerendahan diri ku terhadap manusia.wahai dzat yang maha pengasih dan maha penyayang ,engkaulah pelindung bagi silemah dan engkau adalah pelindungku!kepada siapakah diri ini hendak engkau serahkan ?kepada orang jauh berwajah suram kepadaku,ataukah kepada musuh yang akan menguasai diri ku?jika engkau tidak  murka kepada ku semua tak kan ku hiraukan,karena amat banyak dan besar nikmat yang engkau berikan kepada ku...

Aku berlindung kepada cahaya wajah MU,yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan akherat dari murka MU yang hendak engkau turunkan kepada ku,hanya engkau yang berhak menegur  dan mempermasalahkan diri ku hingga engkau berkenan.Sungguh tiada daya dan kekuatan apapun kecuali atas perkataan MU.

Inilah sebuah warisan besar dan narasi yang takan tergerus oleh jaman ,tentang bagaimana kita harus bersikap sebagai da’i-da’i kampus,agent perubah menuju kampus yang madani islami,dengan kekuatan ruhiyah yang mantap akan hilang semua kelelahan dan kemalasan dalam jalan dakwah ini ,yang hanya adalah kenikmataan dakwah dan kelezatan perjuangan bersama agama yang benar dinul islam.
 Dengan suasana ruhiyah para aktivis dakwah tidakakan di lalaikan dan terjebak dengan halyang bersifat tidak berguna,dan dengan ruhiyah yang mantab pula tidak dapatmenggelincirkan pada jurang ketidakseimbangan dalam dakwah kampus

BY . MOHAMMAD NAJIH.

Rabu, 22 Juni 2011

Agar semangat terus mengelora.......

1 komentar
http://beritapks.com/wp-content/uploads/2011/05/mukhayyam-300x225.jpg
Dikala Semangat (hamasah) Dakwah menggelora didalam jiwa , segala yang sulit akan terasa mudah, yang jauh akan terasa dekat, yang berat akan terasa ringan, bahkan setiap ujian yang datang akan menjadi ajang pendewasaan, Semangat itu seperti air yang terus mengalir sepanjang waktu laksana matahari yang tak pernah lelah menyinari bumi , jika dihalangi maka air itu akan mencari celah untuk tetap bergerak , jika dibendung ia akan naik meluap keatas lalu kembali mengalir,jika di tekan maka ia akan muncrat, berpencar bahkan dapat menghancurkan wadah tempat dimana ia dikumpulkan.SyaikhutTarbiyah ,Almarhum Ustadz Rahmat Abdullah pernah menuliskan dalam butir- butir taujihnya gambaran tentang semangat perjuangan :

Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu


Begitulah jika semangat dakwah menggelora dalam jiwa, meskipun banyak fitnah datang menghadang, upaya makar yang dilakukan oleh musuh –musuh dakwah tak akan sanggup menghentikan derap langkah perjuangan .Lalu bagaimanakah meria’yah (merawat) semangat yang telah ada agar tak berubah?

Dakwah

0 komentar

Followers

 

Celoteh Bebas. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com